Montir Molk Populer

Tampilkan postingan dengan label energi angin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label energi angin. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Turbin Angin Tanpa Baling Baling Lebih Irit

solaraero, sustainable design, green design, wind turbine, wind power, renewable energy, clean tech, bladeless wind turbine

Turbin Angin Tanpa baling baling dari Nikolai Tesla
Solar Aero baru-baru ini meluncurkan sebuah turbin angin baru tanpa baling baling (bladeless) yang menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan turbin angin saat ini.Turbin ini   hampir tidak ada suara dalam operasionalnya karena tidak ada bagian yang bergerak, dan karena tidak menggunakan baling baling berputar sehingga aman bagi kelelawar dan burung yang terbang di sekitarnya.


Seluruh perlatan dirakit di dalam sebuah ruang tertutup, dengan inlet dan outlet diberi saringan  untuk menjaga gangguan dari hewan. Hal ini juga dapat diinstal pada lokasi sensitif seperti instalasi radar atau situs di bawah pengawasan yangmana baling baling yang berputar menimbulkan efek yang merugikan



Pada turbin angin yang biasa biasanya ada sumbu vertikal atau sumbu horisontal, turbin angin khas bekerja dengan menangkap udara bergerak dengan baling baling yang menggunakan kekuatan itu untuk memutar poros yang memutar generator untuk menghasilkan listrik. Berbeda dengan turbin SolarAero ini didasarkan pada turbin Tesla yang dikembangkan oleh Nikolai Tesla. Prinsip dari turbin Tesla adalah untuk membuat ruang ruang tertutup yang berdekatan sangat tipis, dan berbentuk disk logam yang sangat halus. Aliran viskos dari udara yang bergerak secara paralel ke disk akan memutar turbin, bukan dalam bentuk baling baling yang digerakkan udara. Hal ini membuat mekanisme yang lebih kompak dengan hanya satu bagian bergerak :  turbin-driveshaft.

Menurut perusahaan, turbin ini biayanya sekitar $ 1,50 per watt listrik yng dikeluarkannya dan memiliki biaya operasi  sekitar 12 sen per kilowatt-jam - sebanding atau bahkan lebih baik daripada biaya  listrik ritel di banyak bagian negara saat ini . Hal ini akan membuat turbin SolarAero sekitar 2/3 lebih murah dari harga unit turbin baling baling dan biaya operasional nya secara signifikan lebih rendah, perawatan  hanya berkisar 1/4 dari harganya. Pada saat ini proyek tersebut masih dalam pengembangan, dan produsen belum ada yang memproduksi secara masal.

Turbin Angin Tanpa Baling baling dari TU Delft dan Mecanoo
Ewicon wind turbine, bladeless wind turbine, Mecanoo wind turbine, TU Delft wind turbine, wind energy, clean energy, renewable energy sources, wind turbines, wind energy, green technology

The Converter WindEnergy elektrostatik (EWICON) adalah turbin angin yang tidak memiliki bagian yang bergerak, sehingga aman bagi burung (bird Friendly). Dirancang oleh Mecanoo, prototipe ini menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh fakultas EWI bekerja sama dengan Wageningen University dan beberapa perusahaan yang terlibat dalam proyek ekologi pemerintah. 

Ewicon wind turbine, bladeless wind turbine, Mecanoo wind turbine, TU Delft wind turbine, wind energy, clean energy, renewable energy sources, wind turbines, wind energy, green technology
Turbin angin tanpa baling baling (Bladeless) menggunakan pergerakan tetesan air bermuatan listrik untuk menghasilkan tenaga. Hal ini dapat diinstal baik di darat dan di lepas pantai, atau dipasang di atap.

Kerangka baja  EWICON  mendukung kerangka tabung baja horisontal. Dalam kerangka tersebut, tetesan bermuatan listrik diciptakan dan tertiup oleh angin. Gerakannya menciptakan arus listrik yang kemudian diteruskan ke grid/jaringan PLN. Turbin angin ini tanpa polusi suara, tidak membuat bayangan yang menutupi bangunan lain.Turbin angin ini tidak ada bagian yang bergerak, sehingga biaya pemeliharaan jauh lebih rendah daripada turbin angin konvensional.
Via : inhabitat

Gambar video
 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=tqksCHWROBU

Windenergy convertor EWICON animation, TU Delft






Jumat, 22 Februari 2013

Ridgeblade : Turbin Angin yang Tidak Merusak Pemandangan




Sumber listrik dari sebuah turbin angin adalah salah satu alternatif lain yang digunakan untuk menghemat tagihan listrik dan tentu ramah lingkungan.
Kendala yang dihadapi dengan pemasangan turbin angin ini biasanya adalah masalah tempat dimana kita harus menyediakan sebuah tiang yang cukup kuat dan sedikit merusak pemandangan.


 Sebuah turbin angin yang diletakkan tepat di atas atap rumah dengan bentuk memanjang dan memang kalau dilihat tidak seperti sebuah turbin angin tetapi dirasa tidak mengganggu pemandangan karena seperti bagian dari desain bangunan rumah.

Kelebihan lain dari Ridgeblade adalah pemasangan yang lebih mudah dan tidak menggeser genteng yang berisiko bocor.
Bagian dalamnya terdapat baling-baling yang berbentuk memanjang yang akan menghasilkan tenaga listrik apabila baling-baling tersebut berputar.
Ini adalah sebuah inovasi baru dalam teknologi turbin angin tetapi mungkin yang akan menjadi pertanyaan setiap orang, seberapa hebatkah Ridgeblade dapat menghasilkan energi listrik? Mengingat posisinya yang berada di bagian yang cukup rendah (angin tidak terlalu besar), apakah mungkin bisa menghasilkan energi listrik yang maksimal?
Ridgeblade telah  diproduksi sejak  tahun 2010. belum ada laporan tentang tingkat  efisiennya alat ini.
Sumber berita
Ridgeblade Wind Turbine Silences NIMBYs

Sabtu, 24 November 2012

Turbin Angin Penghasil Listrik dan Air di Padang Pasir


Pembangkit listrik energi alternatif dari angin di Indonesia kurang berkembang dibandingkan sel surya. Barangkali turbin angin model Eolewater ini yang dibutuhkan masyarakat di daerah angin kencang tetapi gersang kurang air tawar seperti di Prov. NTT.Turbin ini disamping menghasilkan listrik 30 Kw juga dapat menghasilkan air bersih sampai 800 liter per hari.Bagaimana cara kerjanya? mari kita ikuti pembahasannya.


Kita sudah tahu turbin angin (wind turbine) yang menghasilkan listrik dan juga sudah tahu bahwa ada alat yang bisa menghasilkan air dari udara (water harvesting), bukankah lebih baik kalau keduanya bisa digabungkan?

Eole Water telah menciptakan sebuah turbin angin yang juga berfungsi sebagai penghasil air yang didapat dari udara.

Air bisa dihasilkan dengan "menangkap" udara di bagian depan, tepatnya di "hidung" baling-baling dan kemudian dipanaskan melalui generator untuk kemudian berubah menjadi uap dan didapatlah air (kerjanya mirip dengan mesin pendingin AC).
Turbin angin ini sedang diuji coba di Abu Dhabi yang pastinya kita tahu bahwa daerah tersebut cukup gersan dan hasilnya turbin angin ini selain bisa menghasilkan listrik sebesar 30 kW juga sekaligus bisa menghasilkan air bersih sebanyak 500-800 liter per hari, lumayan kan?
Menurut Eole Water, turbin angin ini bisa menghasilkan air sebanyak 1.000 liter per hari apabila kecepatan angin bisa mencapai 24 km/ jam.
Well, memang produk yang menjanjikan tapi sayangnya produk ini (ramah lingkungan) memang masih belum ramah kantong. :-(


Sumber berita
Wind Turbine Makes 1,000 Liters of Clean Water a Day in the Desert

Tambahan Energi Listrik dari angin 

Amerika Serikat adalah penghasil tenaga angin terbesar di dunia, dengan 389 lapangan pembangkit listrik tenaga angin yang menghasilkan 27.000 megawatt (MW). Lebih dari 99.000 MW, yaitu hampir 570 lapangan pembangkit listrik tenaga angin baru, sedang dalam tahap perencanaan awal dan pengembangan lebih lanjut.
Inggris berpotensi untuk menjadi sumber tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia. Perairannya yang relatif dangkal dan sumber tenaga angin yang kuat mencapai jauh sampai ke Laut Utara. Diperkirakan Inggris mempunyai lebih dari 33% dari total potensi sumber tenaga angin lepas pantai Eropa - ini cukup untuk memasok daya listrik ke negeri ini hampir tiga kali lipat.

Pembangkit Energi Angin diinstal pada lahan pertanian atau daerah penggembalaan, memiliki salah satu dampak lingkungan terendah dari semua sumber energi. Turbin angin digunakan untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik atau mekanik.

Energi angin secara historis telah digunakan langsung untuk menggerakkan kapal layar atau dikonversi menjadi energi mekanik untuk memompa air atau menggiling gandum, tapi aplikasi utama tenaga angin saat ini adalah pembangkit listrik.
Spanyol, Portugal, Jerman, Irlandia, Eropa memimpin dunia dalam produksi tenaga angin lepas pantai. Amerika Serikat dan China menyediakan sumber daya lahan yang sangat memungkinkan

Kamis, 22 November 2012

10 Kincir Angin Dengan Desain Terbaik


AWEA (American Wind Energy Association) membuat laporan mengenai seluruh kincir angin yang ada di Amerika. Laporan itu menyebutkan bahwa 20% dari seluruh energi yang digunakan di seluruh negeri itu dihasilkan dari tenaga angin. Selain mendapatkan data spesifik tentang pasokan listrik tenaga angin mereka juga merilis 10 kincir angin terbaik berdesain canggih, seperti apa bentuknya?
1. WhalePower
Perusahaan WhalePower sengaja mendesain kincir angin mereka seperti pisau, hal ini dipercaya bisa menambah efisiensi listrik yang dihasilkan hingga 20%.
2. Quiet Revolution qr5

Kincir angin qr5 didesain untuk digunakan pada daerah perkotaan yang memiliki kecepatan angin rendah. Jika kincir angin konvensional berputar mengikuti arah angin tidak demikian halnya dengan qr5, ia mampu menangkap angin dari seluruh penjuru dan ini membuatnya hemat tempat.
3. Windspire

Windspire adalah kincir angin vertikal yang hanpir serupa dengan Quiet Revolution. Dengan tinggi 30 kaki, turbinnya menghasilkan 2000 kilowatt per jam dan mampu menghadapi terjangan angin sampai dengan 105 mph.
4. Mageen Air Rotor Systems (MARS)

MARS adalah kincir angin yang diletakkan di tempat sangat tinggi. Berisikan helium, benda ini mampu bertahan hingga ketinggian 1000 kaki di udara. Angin yang ditangkap akan membuat MARS berotasi pada porosnya, ini akan menghasilkan energi yang langsung ditransfer pada kabel ke darat. Sampai saat ini MARS masih merupakan prototipe dan masih berada dalam tahap pengetesan, jika sukses maka benda ini rencananya akan digunakan mulai 2010. Tempat yang disarankan untuk MARS adalah kawasan lepas pantai, pulau di tengah laut, dan pertambangan.
5. Windbelt

Windbelt didesain oleh peraih penghargaan PM Breakthrough, Shawn Frayne. Meski berukuran kecil kincir angin ini mampu menghasilkan 40 milliwatts pada kecepatan angin 10mph.Biaya produksinya yang murah juga diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pasokan listrik yang baik.
6. Honywell Wind Turbine

Honywell adalah kincir angin yang diletakkan di atap rumah dan mampu bekerja bahkan pada kecepatan angin sebesar 2 mph. Tanpa gear seperti layaknya kincir angin konvensional, Honywell bekerja dengan magnet pada sirip-siripnya.
7. WePOWER

WePOWER adalah kincir angin vertikal yang mampu bekerja dengan baik pada kecepatan angin rendah. Pembuatnya mengklaim WePOWER akan sangat efektif bila diletakkan di lahan pertanian, perumahan, dan gedung-gedung.
8. Spiral Drag Wind Turbine

Meskipun masih dalam tahap penelitian, namun permukaan turbin yang dibuat dari bahan aluminium ini mampu menangkap angin dengan efektif.
9. Architectural Wind

Architectural Wind adalah kincir angin berukuran kecil yang bisa ditaruh di atas atap atau ujung gedung. Dengan asumsi bahwa angin yang sudah menabrak atap gedung mengakibatkan aliran udara lebih cepat maka kincir ini mampu memanfaatkan pisau-pisaunya untuk menangkap aliran tersebut.
10. SkySerpent

Sky Serpent menggunakan beberapa rotor yang diletakkan pada sebuah generator, begitu setiap rotor didesain dengan jarak dan sudut tertentu supaya masing-masing mendapatkan ‘angin segar’. Sky Serpent dibuat dan diuji di California dalam rangka membiayai Komisi Energi California.













Wind Tower : Lebih Efisien Daripada Turbin Angin Lainnya




Yang anda lihat diatas bukanlah sebuah gedung melainkan sebuah bentuk turbin angin terbaru yang sedang dikembangkan oleh ZENA, Jepang. Bila biasanya sebuah turbin angin selalu berbentuk kincir angin dengan baling-baling besar, Wind Tower berbentuk mirip sebuah bangunan dengan bentuk hexagonal.



Inovasi yang dilakukan tentu saja bukan sekedar merubah bentuk sebuah turbin angin tetapi diklaim oleh ZENA bahwa inovasi mereka ini juga bisa menghasilkan tenaga listrik lebih besar dibandingkan dengan sebuah turbin angin dengan ukuran tinggi yang sama.
Hal ini bisa tercapai karena bila turbin angin biasa hanya bisa mendapatkan angin dari satu sisi, Wind Tower bisa mendapatkan angin dari segala arah sehingga perputaran turbin bisa lebih banyak karena anginnya lebih banyak.
Setidaknya ada 4 hal yang bisa didapatkan dari Wind Tower:
– Energi listrik yang dihasilkan lebih banyak
– Biaya lebih murah dan lebih cepat balik modal
– Lebih murah perawatannya
– Pendistribusian listrik lebih besar
Wind Tower akan mulai diuji coba dan dibangun di Kurume, Fukuoka, Jepang.


Sumber berita
Massive Energy-Generating Wind Tower Proposed for Japan

Selasa, 20 November 2012

Energi Angin di Gedung World Trade Centre, Bahrain Tower


Bangunan gedung kembar World Trade Center di Bahrain dengan menggunakan turbin angin  mampu memenuhi kebutuhan energi tower tersebut sampai 11-15 %, atau energi yang di hasilkan setara dengan menerangi 300 rumah selama setahun penuh. Bangunan tersebut berada di Manama ibukota Bahrain dengan tinggi 787 ft yang merupakan gedung pencakar langit pertama yang mengintegrasikan turbin angin skala besar . 



Untuk memaksimalkan output energi angin dibuat corong meruncing menara di antara mereka, menciptakan zona tekanan negatif di belakang bangunan yang menarik lebih banyak udara melalui celah. Ini efek hisap yang dapat meningkatkan kecepatan angin hingga 30 persen di masing-masing rotor yang panjangnya 95 kaki untuk meningkatkan produksi listrik. Jadi pengalihan hembusan angin memukul menara hingga 45 derajat ke dinding gedung dan menggerakkan  turbin pada sudut hampir tegak lurus untuk pembangkit listrik yang optimal.Dari: mymodernmet.com











Bahrain World Trade Centre  design Exterior 3  




Energi Angin, Salah Satu Energi teraman di Dunia


Energi angin bisa memasok 12% kebutuhan energi dunia pada 2020, menciptakan 1,4 juta lapangan kerja dan mengurangi emisi CO2 lebih dari 1,5 miliar ton per tahun, naik lima kali lipat dari tingkat pengurangan saat ini.Pada 2030, energi angin diperkirakan mampu memasok 20% kebutuhan energi global. Hal ini terungkap dari laporan terbaru Greenpeace International dan Global Wind Energy Council yang diterbitkan Rabu (14/11) di Beijing.


Laporan edisi keempat ini meneliti tiga skenario yang berbeda dengan rentang waktu antara 2020, 2030 dan 2050. Tim peneliti kemudian membandingkan proyeksi ini dengan proyeksi dari International Energy Agency (IEA), ECOFYS dan proyeksi dari para peneliti di University of Utrecht.
Selain mengurangi emisi, energi angin juga tidak memerlukan air tawar dalam prosesnya menghasilkan energi. Energi angin bersama dengan energi surya, adalah plihan energi terbaik di saat dunia terus mengalami krisis sumber daya air.
Seperti energi yang berasal dari sinar matahari, energi angin adalah sumber energi asli yang mampu menghentikan ketergantungan negara akan bahan bakar fosil. Harga energi angin, menurut Greenpeace International dan Global Wind Energy Council, juga semakin kompetitif dibanding energi kotor yang berasal dari bahan bakar fosil yang terus mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Energi angin juga salah satu jenis energi teraman di dunia. Kesimpulan ini muncul dari hasil penelitian terbaru mengenai turbin angin dan kesehatan yang dilakukan oleh Health Canada, awal Agustus ini.Health Canada meneliti 17 laporan independen yang disediakan oleh asosiasi industri energi angin dari Amerika, Australia, Kanada, Eropa, Inggris dan asosiasi energi angin internasional dan menyimpulkan energi angin tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Semua asosiasi ini menyebutkan, energi angin adalah salah satu sumber energi listrik yang paling aman di dunia. Pada akhir 2011, kapasitas energi angin yang terpasang mencapai 237.669 MW di seluruh dunia. Energi angin saat ini memimpin sebagai sumber energi baru dunia dan sudah digunakan di lebih dari 89 negara
User posted image

Kecenderungan Penggunaan Turbin Angin di Dunia ( nationalgeographic.co.id

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut :
User posted image
untuk indonesia sendiri adalah negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Indonesia merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin, namun sayang potensi ini nampaknya belum dilirik oleh pemerintah. Sungguh ironis, disaat Indonesia menjadi tuan rumah konfrensi dunia mengenai pemanasan global di Nusa Dua, Bali pada akhir tahun 2007, pemerintah justru akan membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang merupakan penyebab nomor 1 pemanasan global.

Syarat – syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut.

User posted image

Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. 
User posted image

Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.


Rincian peralatan kincir angin


Perhitungan daya yang dapat dihasilkan oleh sebuah turbin angin dengan diameter kipas r adalah :
dimana ρ adalah kerapatan angin pada waktu tertentu dan v adalah kecepatan                               angin pada waktu tertentu.
Umumnya daya efektif yang dapat dipanen oleh sebuah turbin angin hanya sebesar 20%-30%. Jadi rumus diatas dapat dikalikan dengan 0,2 atau 0,3 untuk mendapatkan hasil yang cukup eksak. Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik.
Sebenarnya prosesnya tidak semudah itu, karena terdapat berbagai macam sub-sistem yang dapat meningkatkan safety dan efisiensi dari turbin angin, yaitu :
1. Gearbox
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan sekitar 1:60.
2. Brake System
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Rem cepat : biasanya berada di poros cepat dekat generator, dapat difungsikan untuk membatasi laju putar yang kelewat tinggi yang dapat merusak sistem generator. Rem lambat : biasanya berada di depan gearbox dan dioperasikan secara manual, untuk menghentikan baling-baling pada saat dilakukan maintenace.
3. Rotor turbin
Berupa baling-baling yang lazimnya terdiri atas 3 sirip, berfungsi untuk menangkap energi angin menjadi energi mekanik putarannya. Permasalahan di bagian ini adalah disain aerodinamis yang seefisien mungkin, serta ketahanan dan berat bahan sirip baling-balingnya
4. Generator
Generator dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
5. Penyimpan energi
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi.
6. Rectifier-Inverter
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik.7. Yaw system
Sistem yang mengatur posisi baling-baling agar tetap menghadap angin secara frontal, sehingga baling-baling dapat menangkap energi angina seefisien mungkin.
8. Tower penyangga
Menumpu seluruh berat komponen inti dan penunjang cukup jauh di atas permukaan tanah.
Ilmu-ilmu yang diperlukan adalah :
  1. Aerodinamika : untuk memahami perilaku udara bergerak, dan disain baling-baling yang efisien, serta sistem yaw yang diperlukan.
  2. Bahan engineering : untuk membuat bahan sirip baling-baling yang kuat dan ringan.
  3. Power electronics : untuk mendisain generator yang sesuai, serta teknik penyimpanan energi listrik sebagai output sistem. Atau penyesuaian output terhadap jaringan listrik PLN jika harus dilakukan transmisi keluar lokasi.
  4. Teknik kontrol : untuk mendisain sistem kontrol terhadap kecepatan turbin, atau kontrol terhadap daya generator.
  5. Teknik manufaktur : untuk mencetak baling-baling, membuat rumah (nacelle) seluruh komponen peralatannya.
  6. Ilmu-ilmu MIPA : Fisika (aerodinamika, mekanika), Statistika (sifat random angin),Matematika.
  7. Komputer : untuk kontrol saat operasi, dan simulasi eksperimen disain baru.
  8. Meteorologi : untuk mempelajari watak angin.
  9. Teknik sipil : untuk membangun tower yang tangguh dan mampu menyangga sistem secara fisik.
  10. Elektrokimia : untuk teknologi penyimpanan energi listrik dalam baterei.