Montir Molk Populer

Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Kisah Pembobol Server Telkomsel

Kisah Pembobol Server Telkomsel

FAS, tersangka otak pembobol server pulsa elektrik Telkomsel saat ditemui Tribunnews.com di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, bercerita bagaimana dia dapat membuka sever operator terbesar di Indonesia. Bersama AH, juga tersangka pembobol server itu, ia bercerita butuh delapan bulan untuk mengotak-atik melalui internet

FAS menyebut dia bukan hacker atauperetas situs internet, melainkan seorangphreaker.
"Saya hobi berat phreaking, karena saya bisa terus mendapatkan ilmu baru, (dalam komunitas) saya paling tua atau senior," katanya ketika berbincang.

Ia mengaku tidak memiliki ilmu khusus dari keilmuan formalnya dalam bidang tekonologi informasi (IT), melainkan seorang lulusan jurusan Geografi Universitas Indonesia. Dari segi keilmuan, pendidikan yang dia tempuh dengan pembobolan server Telkomsel tidak ada hubungannya.

"Saya belajar otodidak. Belajar phreaking sejak dari 2006 hingga sekarang," ujar pria bekulit putih ini.
FAS menguraikan perbedaan phreaker dengan hacker dan cracker. Nama phreaker masih jarang terdengar. Phreaker mirip dengan cracker, sama-sama menyukai gratisan. BedanyaPhreaker lebih fokus ke dalam bug jaringan/telekomunikasi.

Contoh mudahnya orang bisa menelepon gratis padahal seharusnya berbayar, atau contoh lainnya seseorang menggunakan bug yang ada di dalam sebuah perusahaan telekomunikasi (meskipun tidak diketahui bocornya informasi ini hasil sendiri atau diberi tahu orang dalam) itu adalah salah satu kegiatan phreaking dan orang yang melakukannya disebut phreaker.

Hacker dikesankan merusak situs yang diretas, walau umumnya tidak demikian. Mereka kebanyakan mencari informasi/data penting tingkat tinggi bukan untuk mencuri/kesenangan, tapi cenderung untuk mengetes, system yang sedang mereka hadapi.

Sementara cracker dikategorikan sebagai orang yang memahami jenis pemrograman tingkat tinggi dan sedikit pengetahuan jaringan. Umumnya cracker membuat kemampuan untuk membuat sebuah program untuk meng-disfungsikan/me-manipulasi jalur yang seharusnya. Contohnya, cracker membuat sebuah program agar program yang seharusnya berbayar menjadi gratis. Cracker tidak terlalu memahami seluk-beluk jaringan mereka kebanyakan cenderung menyukai segala sesuatu yang bersifat gratisan.

FAS meneruskan, ia tidak mudah masuk ke server Telkomsel meskipun pintunya sudah terbuka. Ia butuh delapan bulan untuk mengotak-atiknya kembali. Sekitar bulan Juni dia merasa mentok, sampai akhirnya mengajak teman sesama phreaking yang dikenalnya lewatkomunitas phreaking di internet. "Akhirnya saya memanggil AF, DYW, dan SP," kata dia.

Setelah itu, barulah mereka bisa membobol server pulsa elektrik Telkomsel. "Saya masuk server tersebut tidak ada motif untuk mencuri, tetapi saya penasaran saja. Uang itu masih ada di rekening saya, tidak dikemana-manakan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap tujuh orang pelaku pembobol pulsa elektrik Telkomsel langsung melalui server provider. Modus pencurian pulsa tersebut terendus setelah Telkomsel mengaudit keuangan yang menunjukkan kejanggalan antara jumlah pulsa dengan nominal uang yang diterima.

Kepala Divisi humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution menjelaskan komplotan tersebut beraksi mulai dari 2010. Para pelaku, merupakan orang-orang yang mahir dan paham seluk-beluk information technology (IT).
"Tersangkanya ini orang yang melek IT, kalau orang seperti kita mungkin tidak bisa. Mereka mencoba menjebol servernya," katan Saud di Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/1).

Saat mulai bisa membobol server pulsa elektrik tersebut, para pelaku tidak langsung menjualnya, tetapi mereka melakukan dahulu uji coba, apakah pulsa yang berhasil dicuri bisa digunakan atau tidak. "Pertama kali pelaku menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Apakah benar bisa digunakan atau tidak. Ternyata setelah melakukan percobaan berkali-kali akhirnya berhasil," kata Saud.

Kemudian setelah behasil menjebol server penjualan pulsa elektrik, para pelaku lantas mempromosikannya di kaskus dan pembeli pun mulai berdatangan. "Kemudian kejahatan ini baru diketahui saat provider melakukan audit dan melihat perbedaan antara jumlah pulsa dengan uang yang diterima," ucapnya.

Setelah menelusuri dan menyelidiki kurang lebih satu bulan, polisi akhirnya menangkap tujuh pelakunya. Mereka semuanya ditangkap di Jakarta. Ketujuh tersangka tersebut memiliki tugas masing-masing, FAS bertugas sebagai bobol server, AH berperan membantu FAS membobol server dan melakukan pencurian pulsa yang dijual kepada langganan.

Ada pun MS membantu FAS menjebol server dan yang menyiapkan script untuk fasilitasi pencurian pulsa, SP membantu melakukan penjebolan server, menyiapkan skrip, mencuri dan menjual pulsa, DYW berperan sebagai penjebol server, mencuri dan menjual pulsa, IA berperan memasarkan pulsa, dan LK membantu AH menjual pulsa, menerima dan menyimpan uang hasil penjualan pulsa elektrik masuk ke rekening.

Senin, 28 Mei 2012

Ini adalah kisah sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggal ibu dan anak laki-lakinya. Ibunya bersusah payah membesarkan anaknya seorang diri. Saat sang anak menjejak sekolah menengah atas, justru saat itu ibunya menderita penyakit rematik yang parah, sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah.
Padahal, setiap bulan murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk disetor ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Ia pun berkata kepada ibunya: "Bu, saya mau berhenti sekolah dan membantu ibu bekerja di sawah".
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata: "Kamu memiliki niat seperti itu, ibu senang sekali. Tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi ke sekolah, nanti berasnya ibu yang akan bawa ke sana," ujar sang ibu penuh kasih.
Si anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sedangkan ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati, sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas terengah-engah, ibu itu datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. Seorang wanita pengawas kemudian menimbang beras dan membuka kantongnya, lalu mengambil segenggam.
Ia tiba-tiba mengumpat: "Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan. Lihat, ini isinya campuran beras dan gabah. Kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran?"
Ibu itu pun merasa malu dan berkali-kali meminta maaf kepada pengawas tadi.

Awal Bulan berikutnya, si ibu memikul lagi sekantong beras dan masuk ke dalam kantin. Ibu pengawas, seperti biasanya, mengambil segenggam beras dari kantong tersebut dan melihat. Dengan alis yang mengerut, ia berkata, "Masih dengan beras yang sama. Tak perduli beras apapun yang ibu berikan, kami akan terima. Tapi jenisnya harus dipisah. Kalau dicampur begini, maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya, kalau tetap dicampur, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata, "Ibu pengawas, beras di rumah kami semuanya seperti ini". Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata, "Ibu punya berapa hektar tanah, sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras?". Menerima pertanyaan seperti itu, ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Si pengawas kembali marah besar dengan mengumbar kata-kata kasar, "Kamu keras kepala. Mengapa masih tetap membawa berasnya dicampur. Bawa pulang saja berasmu itu!"
Dengan berlinang air mata, sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata, "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis,".

Mendengar kata si ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Ibu tadi duduk di atas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sambil menghapus air matanya, ia berkata, "Saya menderita rematik stadium akhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocoktanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja di sawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi"

Selama ini, ibu itu mengaku tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah karena takut melukai harga diri anaknya. Setiap pagi, dengan kantong kosong dan bantuan tongkat, si ibu itu pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap, pelan-pelan ia kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan, semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata, "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu".

Sang ibu buru-buru menolak dan berkata, "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini".
Toh, akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut.

Tiga tahun kemudian, sang anak lulus dan masuk ke perguruan tinggi negeri dengan nilai memuaskan. Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk di atas tempat duduk utama.
Ibu itu merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ia, sebagai wali murid, yang diundang. Yang lebih aneh lagi, di sana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan kisah sang ibu yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata, "Inilah tiga kantung beras yang membuat si anak bisa terus bersekolah".
Kepala sekolah kemudian menunjuk si ibu yang duduk di deretan tamu. "Inilah sang ibu yang luar biasa itu". Ia kemudian mempersilakan ibu itu untuk naik ke atas mimbar.

Anak dari sang ibu itu dengan ragu-ragu melihat ke belakang dan melihat gurunya menuntun ibunya berjalan ke atas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya sambil bercucuran airmata.

Makna dari Cerita ini:
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan".
Inilah kasih seorang ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya, tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang ibu, demi menghidupi sang anak, ia pun berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan agar sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya.
Mulai sekarang, katakanlah kepada ibu, dimanapun berada, dengan satu kalimat: "Terimakasih Ibu... Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu... Selamanya". (HP)

(Terinpirasi dari: Milis Air Putih)

Senin, 23 April 2012

Bunga untuk Ibu

 


Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.
Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir mobil,  pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..


source: http://www.ceritainspirasi.net/bunga-untuk-ibu/